Tags

, , , , , , , , , , ,

5C-2314,-INDONESIAN-MENU-1-(fb)-compress

Mungkin anda pernah membeli makanan baik itu berupa makanan yang berkuah maupun makanan yang tidak berkuah dimana pada saat anda membeli sang penjual memberikannya pada anda dengan menggunakan sebuah kemasan makanan yang bisa anda buang setelah anda memakainya. Pernahkah terpikir oleh anda terbuat dari apakah bahan kemasan makanan tersebut? Apakah terbuat dari plastik atau memang dari bahan lainnya? Awalnya saya juga bertanya seperti itu, hingga dikemudian harinya saya mengetahui bahwasanya kemasan makanan tersebut bukanlah terbuat dari bahan plastik ataupun sejenisnya. Namun kemasan makanan tersebut terbuat dari kertas, dimana telah kita sama-sama ketahui bahwa kertas pada umumnya terbuat dari bahan yang memiliki serat baik itu didapatkan dari kayu.

Secara umum kertas yang digunakan sebagai kemasan makanan tersebut disebut dengan food packaging paper yang merupakan bagian dari food paper. Food paper yang dibuat haruslah bebas dari racun yang dapat mengganggu kesehatan manusia, karena nantinya akan diaplikasikan pada makanan dan minuman. Seperti contoh, haruslah bebas dari pewarna kertas seperti halnya OBA (Optical Brightening Agent) yang berfungsi memberikan kecerahan pada kertas tersebut. Pada proses pembuatannya, produsen food packaging paper tidak akan menambahkan chemical ini sehingga secara tidak langsung warna dari kertas itu sendiri akan mengacu pada warna pulp yang digunakan. Yang saya ketahui warna asli dari kertas food packaging  tersebut yaitu berwarna kuning, atau dalam bahasa dagangnya yaitu natural white (Nova).

Berdasarkan pada kegunaannya maka food packaging paper ini sangat diharapkan memiliki nilai ketahanan terhadap daya serap air yang bagus atau dalam istilah kertas dikenal juga dengan nilai edge wick. Nilai edge wick ini sangat menentukan kualitas dari food packaging paper yang akan digunakan oleh konsumen, karena apabila nilainya tidak bagus maka dalam pemakaiannya air akan cepat menyerap ke dalam kertas dan merembes sehingga tidak mampu menahan makanan atau minuman yang ditampungnya.

Pada pembuatannya menjadi kemasan makanan ini akan tetap mengalami proses laminating terlebih dahulu sehingga selain nilai edge wick tersebut, juga dibutuhkan nilai yang bagus dari karakteristik – karakteristik yang lain dari kertas tersebut. Antara lain yaitu nilai kekuatanya, seperti nilai daya regang kertas tersebut serta kekakuannya.

Dalam finishingnya, kemasan makanan ini akan mengalami proses pencetakan/printing yang bertujuan untuk memberikan kesan estetika pada kemasan makanan tersebut, meskipun dalam penjualannya ada juga yang berbentuk polos tanpa gambar ataupun tulisan di kemasan makanan tersebut.

Advertisements